Pesantren dan ekonomi, Tularkan Seni Dakwah Islam

koperasi-pondok-pesantren-ilustrasi-_121120165738-135
JAKARTA — Pondok pesantren bukan lagi soal belajar kitab kuning maupun ritual ibadah. Pesantren diharapkan dapat menjadi lembaga yang mampu berdiri sendiri dengan atau tanpa bantuan pemerintah. Pesantren harus mulai memantapkan semua lini agar terus bertahan, tidak terkecuali aspek ekonomi.

Banyak pesantren yang tidak lagi berkembang karena hanya bergantung pada dana wakaf dan bantuan. Tapi, tak sedikit yang tumbuh menjadi pesantren besar karena mampu memberdayakan masyarakat sekitar, terutama masyarakat anggota pesantren.

Pondok Pesantren Darunnajah, misalnya, menjadi pesantren yang sukses dengan usaha perkebunan. Meskipun Darunnajah 1 terletak di Jakarta, banyak lahan di daerah yang dimanfaatkan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Hasilnya tak tanggung-tanggung, dari luas lahan 313 hektare yang dimiliki Darunnajah, tiap bulan perkebunan memberi pemasukan sekitar Rp 600-800 juta.

Pimpinan Ponpes Darunnajah H Shofwan Manaf mengungkapkan, pemasukan tersebut jika harga kelapa sawit sedang bagus. Jika harga sedang rendah, pemasukan sekitar Rp 300-500 juta tiap bulan. “Yang merawat dan mengelola kebun semua dari Darunnajah sendiri,” tuturnya, Senin (11/2).

Ustaz Shofwan menambahkan, perkebunan memang menjadi andalan usaha ekonomi Pesantren Darunnajah. Selain perkebunan kelapa sawit, Pesantren yang berpusat di Jalan Ulujami Raya No 86 Pesanggrahan, Jakarta Selatan, juga memiliki perkebunan buah dan pohon keras di Bogor.

Perkebunan menjadi andalan Ponpes Darunnajah karena menyerap banyak tenaga dan melibatkan masyarakat luas. Sebab, kata Shofwan, Darunnajah bertekad merekrut pekerja sebanyak-banyaknya untuk menjalankan bidang usaha.

Saat ini, jumlah karyawan Darunnajah di seluruh Indonesia sebanyak 1.800 orang. Sedangkan, guru sebanyak 800 orang. Semua tersebar di 14 lokasi kampus di seluruh Indonesia. “Prinsip kita, bagaimana merekrut tenaga kerja sebanyak-banyaknya untuk kelangsungan ekonomi masyarakat,” ujarnya menambahkan.

REPUBLIKA.CO.ID

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin