Pendidik, Sabar harus Ikhlas

STAI Darunnajah
STAI Darunnajah

Rasululllah saw bersabda, “pada saat Allah mengumpulkan smua makhluk-Nya pada hari kiamat kleat, seorang petugas mengumumkan, berdirilah, hai orang-orang yang mempunyai keistimewaan! Mereka pun berdiri. Sayang, jumlahnya hanya sedikit. Mereka berjalan menuju surga dengan cepat sekali. Melihat, para malaikat menghentikan mereka dan bertanya, siapa kalian?’ merea menjawab,’ kami aadalah orang-orang yang istemewa.

Para malaikat bertanya lagi, apa geranagan keistimewaan kalian? Merea menjwab, kita kami dizalami, kami tetap sabar. Ketika kami diperlalukan tidak baik, kami memaafkan. Ketika kami dianggap tidak ada, kami juga tetap bersabar.’ Mendengar pemaparan mereka, para malaiat langsung berkata, ‘ masuklah! Surga memang sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang bersabar.

 

Menjadi Mutiara

Sautu pagi dinegeri kerang, anak kerang menjerit kesakitan, ‘Ibu,,,ibu,,ibu tolong aku! Pasir-pasir ini menggores kulitku. Sakit….ibu

Ibu kerang menjawab, ‘ sabar, nak”. Dalamhati kecil sang ibu, ia tak tega melihat butiran-butiran pasir menggerus kulit anaknya yang teramat lembut dan lunak. (bisa dibayangkan bukan bagaimana rasanya kulit yang lembut dan lunak kemudian digerus oleh butiran-butiran pasir)

Eesokan harinya, anak kerang menjerit kesakitan sperti hari sebelumnya, “Ibu….pasir ini sungguh menyakitiku. Ibu, sampai apan aku harus merasakan ini?

Ibu kerang mejawab dengan jawaban yang sama, “sabar nak”

Hari-hari berlalu, anak kerang melewati hidupnya dngan kesabagaran, dimana seorang iBu menjadi penyemangatnya. Tadinya yang menjerit kesakitan, kini sudah tidak lagi hanya sedikit saja. Tak lama kemuidan, sesuatu yang indah tumbuh dari dalam kulitnya. Indah berkilau dan sungguh menakjubkan. Semua matapun terpana tertuju pada apa yang tersebunyi di b alik tubuhnya.

‘Ibu.. inikah balasan dari kesabaranu? Ceria anak kerang ketika menyasikan sebuah mutiara indah terlahir dari dalam tubuhnya. Dan merekapun tersenyum bahagia karena telah berhasil melewati ujian yang tak mudah.

Begitupun dengan kehidupan kita (sebagai pendidik atau sebagai sendiri), ujian bagaikan pasir yang menggerus anak kerang yang lembut dan lunak. Siapun akan mendapatkan mutiara dalam hidupnya asalkan mampu bersabar dan ikhlas dalam menjalani ujian dalam masa hidupnya.

Semoga bermanfaat serta dapat dijadikan ‘itibar untuk kita semua..aaminn

 

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin