Pesantren dan Unsur-unsurnya

downloadMenurut Dhofir, dalam sebuah pesantren ada 4 unsur yang sangat mempengaruhi pesantren itu sendiri

Pertama dalam pesantren ada sebuah sosok yang biasa kita sebut dengan sang Kyai. Kyai  yang merupakan banyak pungsi baik itu sabagai pimpinan, dan gruru. Menurut Dhofir, Kyai sangat besar sekali dalam bidang penanganan iman, bimbingan amaliyah, penyebaran dan pewarisan ilmu, pembinaan akhlaq, pendidikan beramal dan memimpin serta menyelesaikan maslah yang dihadapi oleh santri dan masyarakat. Dan dalam hal pemikiran ktai lebih banyak berupa terbentuknya pola berfikir, sikap jiwa, serta orientasi terntentu un tuk memimpin sesaui dengan latar belatakang kepribadian kyai. Dengan unsur pertama inilah pesantren akan nampak titik kemajuan dalam sebuah pesantren. Bila hal-hal ini tidak ada dalam sosok sang kyai ..atau banyak disibukkan dengan berdakwah diluar pesantren nya,  tidak sesuai dengan prilaku kekyaiannya,  banyak istrinya dan  rumah-rumahnya dimana atau mungkin pernah kita jumpai Kyai hanya sibuk urusan politiknya dan sebgagianya…dengan ini semua insyaallah tidak lama lagi, akan datang  tanda-tanda kehuncauran sebuah pesanatren.

Pesantren laksana ayam sedang mengeram. Selama anak itik nya tidak menetas dengan sempurna,  ibu itik atau induknya  tidak akan meninggalkan eraman itu sendiri, maka begitu pula dengan Kyai  bila santri-santrinya masih belum terkordinir dengan baik dan belum berjalan kegiatan-kegiatan yang syar’i dengan baik, maka menurut Kyai jamhari tidak sepantas-pantas nya Induk meninggalkan itik. Bila induk meniggalkan itik, dimana iti-itiknya belum sempurna netasnya secara menyeluruh, maka tunggu tanda-tanda robohnya seuatu pesantren.

kedua yaitu Santri, mereka adalah murid yang diikhlaskan oleh orang tuanya untuk  mencari limu agama pada seorang kyai dan biasanya santri tersebut tida jauh dari pesantren atau tidak jauh dari Kyai itu sendiri, alias bermukim di tempat pesantren itu sendiri. Dalam teori tri pusat pendidikan,  anak dan keluarga tidak akan terpisahkan dari pendidikan, beggitu juga dengan santri dan Kyai yang juga disebut sebagai keluarga, maka hal ini juga tidak terpisahkan dengan pendidikan, dimana santri harus banyak bersyukur dan taat kepada yang Kyai layaknya orang tua. Jika Kyai mewajibkan untuk bersungguh-sungguh  dalam hal belajar ilmu agama atau yang lainya (perbuatan syar’i), maka santri juga harus menjalankan perintah sang kyai.

Ketiga. Masjid dan pemondokan, tentu saja ini menjadi simbol infrastruktur dalam sebuah lembaga pendidikan, pembangunan biasanya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan Kiayi dan Santri. Tidak jarang juga banyak masyarakat yang mewakafkan tanahnya untuk pesantren yang diyakini sebagai bentuk amal jariah, sebuah amal yang pahalanya akan terus mengalir bahkan ketika yang mewakafkannya sudah meninggal.

KeempatKitab-kitab klasik atau kurikulum yang diajarkan. Biasanya ini yang menjadi “ trade mark ” atau pembeda antara satu pesantren dengan pesantren yang lainnya, maka kita akan mengenal pesantren tahfidz (khusus untuk pesantren para penghafal Quran) pesantren salaf (khusus mengkaji kitab kitab klasik seperti kitab kitab fiqh, Nahwu, Sharaf, dll).Pondok Modern dimana lembaga pendidikannya menggabungkan kajian fikih dan kurikulum nasional.

Dalam perkembangannya lembaga pendidikan pesantren seperti terpinggirkan, tidak diberikan fasilitas sebagaimana mestinya bahkan dianggap sebagai lembaga kelas dua karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Walaupun anggapan itu terbukti salah karena justru perkembagan pesantren menjadi tidak terbendung, bahkan ketika pemerintah tidak memberikan kesempatan dan bantuan yang layak, pesantren tetap menunjukan kiprah sumbang asihnya pada bangsa ini. Sekali lagi pesantren menunjukan kualitas semangat perjuangannya

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin