DEMA STAIDA mengisi malam Nisfu Sya’ban dengan Do’a, Dzikir dan Maui’dzoh Hasanah

STAIDA Online – Momen lailatu nisfi sya’ban merupakan malam yang diyakini oleh kaum muslim sebagai malam terbaik setelah lailatul qodar, karena malam yang jatuh di pertengahan bulan sya’ban ini menjadi waktu bagi umat muslim untuk mendapatkan ampunan dosa yang seluas-luasnya dari Allah SWT.

Dalam mengisi malam yang penuh ampunan ini, Dewan Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah Jakarta menginisiasi kegiatan yang bermuatan peningkatan spiritual untuk para mahasiswa. Selain itu kegiatan ini dimaksudkan untuk mempererat tali silaturrahmi antar mahasiswa sekaligus untuk mendapatkan keistimewaan malam nisfu sya’ban yaitu ampunan Allah SWT.

Pada kegiatan dema kali ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu daring melalui media zoom meeting dan luring bertempat di musholla STAI Darunnajah yang dihadiri oleh wakil ketua I bidang akademik Ustadz M. Irfanuddin Kurniawan, M.Ag, wakil ketua III bidang kerjasama dan kemahasiswaan Ustadz Hendro Risbiantoro, M.S, segenap pengelola dan pengurus Dema.

Acara dimulai dengan sholat maghrib berjamaah dan dilanjutkan dengan membaca surat yasin yang dipimpin oleh saudara M. Hilmy Rifa’I. Pembacaan surat yasin dilakukan tiga kali untuk mendapatkan keutamaannya.

“Untuk bacaan pertama, kita memohon kepada Allah agar diberikan umur yang panjang. Bacaan kedua kita mohonkan agar dijauhkan dari malapetaka, dan bacaan ketiga diniatkan agar dijauhkan dari ketergantungan terhadap manusia,” ujar hilmy di tengah penjelasannya mengenai bacaan yasin.

Selanjutnya Ustadz Hendro Risbiantoro, selaku wakil ketua III bidang kerjasama dan kemahasiswaan berkenan memberikan sambutan. Dalam sambutannya ia mengatakan

“Kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang sangat bagus sekali mengingat keutamaan yang besar pada malam nisfu sya’ban dan ini adalah inisiatif dari dema. Kami hanya menyetujui acaranya dan mengarahkannya agar kegiatannya terlaksana dengan baik,” jelas lulusan magister Bahasa arab ini.

Acara dilanjutkan dengan maui’dzoh hasanah dari salah satu mahasiswa semester 6 yaitu Abdul Wahid. Dengan mengangkat tema “Gelapkan kemungkaran, terangkanlah amalan” ia menyampaikan ceramahnya secara santai dan kadang diselingi dengan gaya khasnya yang mengundang tawa pendengarnya.

Di awal ceramahnya ia menerangkan keutamaan malam nisfu sya’ban dengan mengutip hadits dari mu’adz bin jabal R.A

“bahwa Allah SWT. Akan melihat hamba-hambaNya pada malam nisfu sya’ban. Lalu ia akan mengampuni dosa hamba-hambaNya itu, kecuali dua orang, yaitu orang musyrik (yang menyekutukan Allah) dan musyahin (orang yang bermusuhan), hadits ini diriwayatkan oleh At-Tabrani,” jelasnya.

Ia menekankan dalam ceramahnya bahwa kita harus menjauhi syirik atau menyekutukan Allah, dan senantiasa beriman kepada Allah SWT. Secara kaffah.

“Agar kita termasuk orang yang mendapatkan ampunan Allah di malam ini, hendaknya kita menjauhi sifat syirik atau menyekutukan Allah, dan senantiasa beriman kepada Allah SWT. Dhohiron wa batinan. Secara kaffah,” tandasnya.

Dengan terlaksananya acara ini, koordinator kegiatan kemahasiswaan Ustadz Zidni Ilman berharap dapat lebih mempererat kekeluargaan antar mahasiswa dan dengan berdo’a bersama semoga kita dapat dipertemukan dengan bulan Ramadhan di tahun ini serta musibah pandemi covid-19 ini dapat segera diangkat oleh Allah SWT.