Diskusi Ilmiah Mahasiswa STAIDA Darunnajah: Islam dan Tantanganya di Era Modern

Pada ahad malam (11/4) Bagian Kemahasiswaan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah mengadakan Diskusi Ilmiah untuk para mahasiswa yang dilaksanakan di Perpustakaan Pondok Darunnajah.

Ia menyampaikan dalam kata pembukanya bahwa banyak dari kalangan kaum muslim sendiri tidak memahami Islam yang sebenarnya. Maka ia pun menjelaskan bahwa Islam terdiri dari tiga elemen dengan mengutip hadits Jibril, yaitu Aqidah atau keyakinan hati, Syariah atau amal perbuatan ibadah dan Akhlak atau ihsan.

Ia pun menambahkan, “kebanyakan muslim sekarang itu, hanya berhenti sampai Syariah saja, mereka melaksanakan sholat, dzikir dan amal ibadah lainnya, tapi dalam pikiran masih banyak yang tidak menunjukkan keimanannya. Sehingga cenderung setengah-setengah menjalankan keislamannya,” terangnya.

“dan perlu diketahui bahwa cara pandang muslim itu berbeda dengan lainnya, ia melihat segala sesuatu tidak hanya sekedar dimensi fisik, tapi ketika muslim melihat misalkan minum, dia tidak hanya melihatnya sekedar untuk menghilangkan dahaga, tapi dia juga melihatnya sebagai amalan agar kuat melakukan ibadah, sehingga bisa bernilai ibadah,” jelasnya.

Lalu ia menjelaskan bahwa tantangan Islam ke depan akan sangat banyak, baik dari eksternal maupun internal. Tantangan eksternal ini utamanya datang dari produk ideologi Barat.

“Tantangan eksternal ini merupakan isme-isme yang sudah menyusup ke tubuh agama Islam. Dan secara tidak sadar beberapa muslim pun telah ikut mengkampanyekan ke tengah masyarakat muslim, dan menjadi PR kita sebagai mahasiswa untuk mengidentifikasi dan mengkonternya,” ujarnya.

Ia pun melanjutkan penjelasannya, “diantara tantangan itu adalah Liberalisme, Sekularisme, Pluralisme, Materialisme, Globalisasi dan Westernisasi atau baratisasi,” terangnya.

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab serta tanggapan dari peserta diskusi, hal tersebut dilakukan untuk memancing keaktifan para mahasiswa dalam menanggapi suatu isu.

Acara yang dikoodinir oleh saudara Randi Fatih selaku bagian kemahasiswaan ini ditutup dengan perfotoan bersama peserta diskusi.