LP3M STAI Darunnajah Jakarta sukses gelar Workshop Virtual Penelitian Dosen

STAIDA Online – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah dalam proses menuju universitas terus melakukan usaha-usaha peningkatan kualitas lembaganya. Salah satunya dalam bidang penelitian dengan mengadakan program-program untuk peningkatan kemampuan para dosen dalam menyusun penelitian.

Lembaga Penelitian Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STAI Darunnajah menggelar acara workshop virtual penelitian dosen dengan tema “kiat-kiat lolos pendanaan dalam penelitian bagi dosen” pada rabu (7/4) yang dimulai dari jam 9.00 WIB.

Pada workshop kali ini hadir sebagai narasumber yaitu Dr. Ihwan Mahmudi, M.Pd. yang merupakan lulusan program doktoral Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan sekarang menjadi wakil dekan 1 Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

Acara ini diikuti oleh para dosen dari berbagai latar belakang dan lembaga perguruan tinggi. Dan menurut Ustadz Rokhimin, koordinator acara, mengatakan, “pendaftar mencapai 180 lebih dari berbagai perguruan tinggi di nusantara termasuk para dosen internal STAIDA, hal ini menunjukkan antusiasme para dosen terhadap program pengembangan penelitian ini,” ungkapnya.

Pada kata sambutannya Duna Izfanna, M.Ed., Psy., Ph.D. selaku ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah menyampaikan bahwa penelitian dosen merupakan salah satu dari tridharma perguruan tinggi sehingga tugas dosen itu bukan hanya sebagai pengajar dan pendidik, tapi juga tugas dosen adalah mengembangkan diri dengan melakukan penelitian.

Ia pun mengatakan, “hari ini kita akan belajar bagaimana kiat-kiat menyusun proposal penelitian yang baik dan berbobot. Jadi, proposal yang kita susun tidak hanya diajukan kepada perguruan tinggi masing-masing, tapi juga bisa lolos diajukan kepada kementerian ataupun lembaga penelitian lain,” tambahnya.

Selanjutnya pemateri Dr. Ihwan Mahmudi menyampaikan di awal paparannya bahwa yang pertama kali harus ditentukan dalam penelitian adalah paradigma penelitian.

“Ketika kita mengajukan penelitian yang harus kita tahu dan lihat adalah paradigma penelitian. Kita harus jeli pendekatan apa yang kita gunakan dalam penelitian? Apakah masalahnya kualitatif, kuantitatif atau mix methode? Karena ketika masalah itu kita ajukan, ada kriteria yang harus sesuai paradigma penelitian,” tandasnya.

Ia pun menjelaskan bahwa salah satu faktor yang menentukan untuk lolos dalam pendanaan dan hibah penelitian adalah ketaatan terhadap petunjuk teknis (juknis) yang ditentukan oleh lembaga yang memberikan. Dan faktor lain yang mempunyai pengaruh adalah inovasi yang diramu dengan metodologi atau teori-teori yang relevan serta sesuai dengan bidang yang ditawarkan.

Ia mengatakan, “untuk supaya kita lolos dalam pendanaan salah satunya kita harus mempunyai inovasi yang dikolaborasi dengan metodologi yang relevan, contoh misalnya dalam HKI, Bagaimana ketahanan keluarga di tengah pandemi covid-19 berdasarkan presfektif maqoshidusy syariah,” jelasnya.

Ustadz Rokhimin dan Ustadz Hamdan, selaku koordinar LP3M STAI Darunnajah berharap setelah program ini dilaksanakan para dosen mempunyai ambisi untuk lebih banyak dalam berkarya.