Tag Archives: Kisah Sahabat

Kisah Taubatnya Malik Bin Dinar, Sang Manusia Zalim

Kisah Taubatnya Malik Bin Dinar, Sang Manusia Zalim

“Ya Allah Ampunilah Dosa-Dosaku” Kehidupanku dimulai dengan kesia-siaan, mabuk-mabukan, maksiat, berbuat zhalim kepada manusia, memakan hak manusia, memakan riba, dan memukuli manusia.

Kulakukan segala kezhaliman, tidak ada satu maksiat melainkan aku telah melakukannya. Sungguh sangat jahat hingga manusia tidak menghargaiku karena kebejatanku.

Malik bin Dinar Rohimahullah menuturkan: Pada suatu hari, aku merindukan pernikahan dan memiliki anak. Maka kemudian aku menikah dan dikaruniai seorang puteri yang kuberi nama Fathimah. Aku sangat mencintai Fathimah.

Setiap kali dia bertambah besar, bertambah pula keimanan di dalam hatiku dan semakin sedikit maksiat di dalam hatiku.

Setiap kali dia bertambah besar, semakin bertambah pula keimanan di dalam hatiku. Setiap kali aku mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala selangkah, maka setiap kali itu pula aku menjauhi maksiat sedikit demi sedikit. Hingga usia Fathimah genap tiga tahun, saat itulah Fathimah meninggal dunia.

Maka akupun berubah menjadi orang yang lebih buruk dari sebelumnya. Aku belum memiliki sikap sabar yang ada pada diri seorang mukmin yang dapat menguatkanku di atas cobaan musibah. Kembalilah aku menjadi lebih buruk dari sebelumnya.

Fethullah Gulen, Sang Perajut Jejaring Dunia Islam

Fethullah Gulen, Sang Perajut Jejaring Dunia Islam

Fethullah Gulen bukan nama yang asing di kalangan pergerakan Islam modern. Ketokohan Gulen, bukan hanya dihormati oleh mayoritas Muslim di dunia, tapi juga dihormati oleh kalangan non-Muslim, termasuk komunitas Yahudi. Sosoknya bisa diterima di berbagai lapisan masyarakat dan agama karena pemikiran-pemikirannya yang moderat dan menjadi penyeimbang para pemikir Islam yang dianggap ekstrem dan radikal.

Di negara asalnya, Turki, Gulen bukan hanya dikenal sebagai seorang pemikir dan tokoh pergerakan, tapi juga dikenal sebagai ulama yang sangat hebat. Dia lahir di Desa Erzurum, Izmir, Turki, pada 1941. Ayahnya, Ramiz Gulen, adalah seorang ulama. Sejak kecil ia lebih memfokuskan pendidikan informalnya di bidang agama Islam. Sejak usia 14 tahun, ia sudah berani memberikan ceramah keagamaan.

Pada 1959, saat usianya menginjak 18 tahun, Gulen sudah mendapatkan izin menjadi dai. Kariernya sebagai dai dimulai di kota kelahirannya, Izmir. Di kota inilah Gulen mulai mengenalkan pemikiran-pemikirannya mengenai pendidikan, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan keadilan sosial. Di kota ini juga ia mulai membangun basis pengikutnya, yang sebagian besar adalah para siswa sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Kisah Kejayaan Sang Khalifah Al Mustansir Billah

Kisah Kejayaan Sang Khalifah Al Mustansir Billah

Roda sejarah terus berputar. Seperti janji Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 140. “… Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)…” Kekuasaan Dinasti Abbasiyah ternyata hanya mampu bertahan selama lima abad.

Puncak kejayaan kekhalifahan Islam yang berkuasa sejak 750 M itu berawal ketika Khalifah Harun Al Rasyid (786 M – 809 M) dan ketika Khalifah Al Ma’mun (814 M – 833M) berhasil merebut Ankara.

Kekhalifahan Islam ini menjadi adikuasa dunia setelah meraih kemenangan atas Kaisar Romawi Timur, Michel II. Sejak itulah, peradaban Islam menjadi pusat ekonomi, politik serta intelektual dunia.

Sejak abad ke-10 M, kekuasaan Abbasiyah perlahan tapi pasti mulai memudar. Menurut Badri Yatim dalam buku berjudul ‘Sejarah Peradaban Islam’, kekuasaan Abbasiyah pada tahun 1000 M – 1250 M dalam bidang politik mulai menurun. Saat itu terjadi masa disintegrasi di kekhalifahan yang menjadi addaya dunia itu.

Fulan, Prajurit Gagah Berani Dari Suku Badui

Fulan, Prajurit Gagah Berani Dari Suku Badui

Kota Bashrah yang ramai dengan penduduknya yang beragam, masa itu dipimpin oleh Walikota Abu Musa al Asyari.

Ia mempunyai prajurit yang gagah berani, salah satunya yang cukup luar biasa sebutlah si fulan dari suku Badui, yang terkenal polos, terbuka, dan impulsive. Fulan adalah prajurit yang gagah berani, di senangi dan disegani kawan, apalagi di tengah medan pertempuran.

Suatu hari, usai suatu pertempuran, tidak seperti biasanya, fulan langsung menghadap Abu Musa. Entah karena ada dorongan apa, ia datang untuk meminta ghanimah hasil peperangan yang menjadi hak miliknya.

Dengan tepat, seperti yang diingatnya, fulan menyebutkan jumlah ghanimah haknya. Jumlah yang diminta nya cukup besar dan membuat kaget Abu Musa.

Ammar Bin Yasir Dan Siksa Kaum Quraisy Yang Membawanya Ke Surga

Ammar Bin Yasir Dan Siksa Kaum Quraisy Yang Membawanya Ke Surga

Seandainya ada orang yang dilahirkan di Surga, lain dibesarkan dalam haribaannya dan jadi dewasa, kemudian dibawa ke dunia untuk jadi hiasan dan nur cahaya, maka’ Ammar bersama ibunya Sumayyah dan bapaknya Yasir, adalah beberapa orang di antaramereka….

Tetapi kenapa kita mengatakan tadi “seandainya”, seolah-olah itu hanya pengandaian belaka, padahal keluarga Yasir benar-benar penduduk Surga? Ketika Rasululiah saw. bersabda:

“Sabar wahai keluarga Yasir, tempat yang telah dijanjikan bagi kalian adalah Surga!”

kata-kata itu diucapkannya bukanlah hanya sebagai hiburan belaka, tetapi benar-benar mengakui kenyataan yang diketahuinya dan menguatkan fakta yang dilihat dan disaksikannya ….

Yasir bin ‘Amir yakni ayahanda ‘Ammar, berangkat meninggalkan negerinya di Yaman guna mencari dan menemui salah seorang saudaranya …. Rupanya ia berkenan dan merasa cocok tinggal di Mekah. Bermukimlah ia di sana dan mengikat perjanjian persahabatan dengan Abu Hudzaifah ibnul Mughirah ….

Imran Bin Hushain Dan ‘Berkah’ Dari Tangan Kanan Rasulullah

Imran Bin Hushain Dan 'Berkah' Dari Tangan Kanan Rasulullah

Di tahun perang Khaibarlah ia datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bai’at. Dan semenjak ia menaruh tangan kanannya di tangan kanan Rasul, maka tangan kanannya itu beroleh penghormatan besar, hingga bersumpahlah ia pada dirinya tidak akan menggunakannya kecuali untuk perbuatan utama dan mulia.

Pertanda ini merupakan suatu bukti jelas bahwa pemiliknya mempunyai perasaan yang amat halus.

‘Imran bin Hushain radhiyallah ‘anhu merupakan gambaran yang tepat bagi kejujuran, sifat zuhud dan keshalehan serta mati-matian dalam mencintai Allah dan mentaati-Nya.

Walaupun ia beroleh taufik dan petunjuk Allah yang tidak terkira, tetapi ia sering menangis mencucurkan air mata, ratapnya:  “Wahai, kenapa aku tidak menjadi debu yang diterbangkan angin saja.”