Dosen STAI Darunnajah Jakarta dan Wakil Ketua MPR-RI Adakan Diskusi tentang Politik Islam

Bagikan:

Selasa, 19 Januari 2022
Pada hari Jum’at lalu, 7 Januari 2022, dosen STAI Darunnajah Jakarta berkesempatan untuk silaturrahim ke kediaman Wakil Ketua MPR RI DR. H. Muhammad Hidayat Nurwahid. Para dosen yang berkesempatan untuk silaturrahim adalah Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta D.R. K.H. Sofwan Manaf M.Si dan K.H. Hadiyanto Arief, M.Bs., Pengurus Yayasan Bidan Pengembangan Al-Ustadz Zakiyanto Arief, S.Ip, M.M. serta wakil ketua 2 STAI Darunnajah Jakarta Al-Ustadz H. Hendro Risbiyantoro, M.S.

Acara silaturrahim itu sendiri agendanya adalah diskusi tentang masalah politik dan diskusi tentang pendirian Universitas Darunnajah.  Di sesi pertama, para kyai Darunnajah melaporkan secara umum tentang kemajuan lembaga Darunnajah dari tingkat pesantren sampai ke tingkat perguruan tinggi. Kyai Sofwan juga menyampaikan bahwa sampai saat ini Darunnajah mempunya 3 institusi pendidikan tinggi yaitu STAI Darunnajah Jakarta, STAI Darunnajah Bogor, dan STIE Darunnajah yang saat ini sedang berproses untuk menjadi universitas Darunnajah . Wakil Ketua MPR RI DR. H. Muhammad Hidayat Nurwahid menyambut baik niat dari Darunnajah untuk menggabungkan 3 perguruan tinggi tersebut menjadi Universitas Darunnajah. Ini akan membuat ramping pengelolaan serta efektif dan efisien dalam pengembangannya.

Di sesi kedua, Wakil Ketua MPR RI DR. H. Muhammad Hidayat Nurwahid membuka diskusi dengan tema politik. Menurutnya, para alumni pesantren harus banyak yang terjun ke medan politik guna berjuang dan memperjuangkan umat melalui politik atau yang disebut dengan jihad konstitusional. Masih banyak hal menyeleweng dari UU kita yang perlu diperbaiki dan itu tidak mudah, karena orang-orang muslim yang duduk menjadi anggota DPR saat ini masih banyak yang belum paham tentang syariat Islam. Salah satu yang nyata dan ketara adalah UU masalah LGBT dan pergaulanbebas. Masih banyak yang beranggapan asal dilakukan suka sama suka maka tidak melanggar syariat, dan itu tertuang dalam undang-undang. Ini baru sebagian kecil saja. Masih banyak PR umat Islam dalam menata Undang-undang di negara kita.

Para alumni pesantren juga punya peranan penting dalam lahirnya Undang-undang pesantren. Tidak hanya sampai lahir, menurut pak Hidayat Undang-undang pesantren harus terus dikawal sampai jelas dan tuntas, jangan sampai nantinya malah merugikan masyarakat pesantren. Ada satu hal penting yang beliau katakana dalam kesempatan kali ini, menurutnya, ilmu yang paling penting adalah yang menghadirkan al-khouf minallah atau rasa takut kepada Allah SWT.

hendro-19/1/22