Kuliah Umum menjelang UTS: Ujian sebagai langkah evaluasi

Bagikan:

STAIDA Online – Menjelang Ujian Tengah Semester (UTS) genap tahun akademik 2020/2021 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah menggelar kuliah umum bagi seluruh mahasiswa-mahasiswi di kampus pusat dan cabangnya melalui media zoom pada sabtu (20/3).

Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan pengarahan kepada seluruh mahasiswa dalam menghadapi ujian tengah semester yang akan diadakan mulai senin besok. Pengarahan ini meliputi nasehat, arahan dan penjelasan orientasi pendidikan di sekolah tinggi ini.

Pada acara ini ketua STAI Darunnajah Jakarta Ustadzah Duna Izfanna, M.Ed., Psy., Ph.D. juga turut hadir dan memberikan kata sambutan di tengah para mahasiswa. Ia mengingatkan para mahasiswa untuk senantiasa kembali menata niat dalam ujian.

“ujian ini mengingatkan kita kembali kepada niat tholabul ilmi, mudah-mudahan tholabul ilmi kita di perkuliahan ini lillahi ta’ala dan ilmu yang kita dapat pun bermanfaat,” ucap lulusan S3 psikologi IIUM ini.

Ia juga mengatakan bahwa ujian ini sebagai evaluasi belajar di perkuliahan selama setengah semester dan sejauh mana efektifitas pembelajaran secara daring yang menghadapi banyak tantangan seperti koneksi internet yang terbatas dan lain sebagainya. Ujian ini juga untuk melihat keaktifan mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan.

Ujian menurutnya juga ujian untuk diri sendiri untuk tidak bermaksiat agar dimudahkan mendapatkan ilmu dan lebih memperbanyak taqorrub kepada Allah SWT. Ia mengutip syair Imam Syafi’I tentang ilmu bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tak akan diberikan kepada yang bermaksiat.

Selanjutnya kuliah umum disampaikan oleh wakil ketua I bidang akademik STAI Darunnajah Jakarta Ustadz M. Irfanuddin Kurniawan, M.Ag yang merupakan lulusan magister aqidah dan filsafat Islam Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dan sekarang sedang menempuh program doktoral di Malaysia.

Ia menjelaskan bahwa ujian tengah semester ini merupakan suatu langkah evaluasi yang merupakan salah satu fitur atau langkah strategi sekolah tinggi ini. Dan diharapkan para mahasiswa mengerti dan paham tujuan adanya ujian ini.

“dalam menghadapi evaluasi ini kita harus ingat, untuk apa kita ujian? Mengapa kita ujian? Karakter seperti apa yang ingin kita dapatkan dari ujian ini? Dan strateginya bagaimana?,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa karakter manusia itu ada tiga sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, yaitu Dholimun linafsihi (dholim terhadap dirinya), Muqtashid (karakter pertengahan) dan Saabiqun bilkhoirot (berlomba dalam kebaikan). [acad]