Sosialisasi Pedoman Akademik: Kuliah S1 Selama 3,5 Tahun, Mungkinkah?

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

STAIDA Online – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah Jakarta terus melakukan peningkatan pelayanan akademik kepada para mahasiswa salah satunya dengan membuat pedoman akademik. Pedoman akademik ini akan menjadi buku petunjuk bagi mahasiswa dalam menempuh masa studinya di STAIDA Jakarta.

Setelah selesai penyusunan buku pedoman akademik ini, STAI Darunnajah memandang perlu mensosialisasikan buku pedoman ini kepada para mahasiswa, khususnya mahasiswa baru. Pada selasa (7/9) diadakan Sosialisasi buku pedoman akademik yang diperuntukkan mahasiswa yang bermukim di luar pondok pesantren Darunnajah.

Pada sosialisasi ini Wakil Ketua I bidang Akademik, al-Ustadz M. Irfanuddin Kurniawan, M.Ag. menyampaikan bahwa selesai wisuda 3,5 tahun itu adalah sesuatu yang mungkin.

“Kuliah rata-rata tepat waktu itu 4 tahun atau 8 semester, tapi kita juga bisa selesai kuliah dalam waktu 3,5 tahun dan itu sangat mungkin,” tuturnya.

Beliau mengatakan kuliah cepat itu bisa asal dengan strategi dan cara, salah satunya dengan mengetahui rencana studi kita melalui pedoman akademik.

Di pedoman akademik ini diatur semua hal yang berkaitan dengan perkuliahan, jumlah sks yang bisa diambil, semester pendek dan lain-lain. Dimana hal tersebut yang bisa memungkinkan mahasiswa dalam proses percepatan studi.

Antusiasme para mahasiswa sangat tampak ketika sesi tanya jawab dibuka oleh moderator. Beberapa mahasiswa mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan, salah satunya pertanyaan dari salah satu mahasiswi mengenai trik penyusunan skripsi agar bisa mulai dirancang dari semester 1.

Pertanyaan lain mengenai hal konversi nilai bagi mahasiswa yang pernah mengikuti kuliah di kampus lain dan lain sebagainya.

Semoga dengan sosialisasi pedoman akademik ini menjadikan mahasiswa semakin semangat kuliah dan dapat mengatur strategi agar selesai sarjana tepat waktu. Aamiin.

Repoter: Zulkifli Reza

Editor: Zulkifli Reza