STAI Darunnajah hadiri undangan khusus Peringatan Isra’ Mi’raj Darul Ifta’ Australia

Bagikan:

STAIDA Online – Isra Mi’raj nabi besar Muhammad SAW. Merupakan peristiwa yang sangat luar biasa dan di luar nalar manusia. Hal itu lantaran nabi diperjalankan oleh Allah SWT. Dari Makkah ke Masjidil Aqsa yang berada di Palestina dimana jarak tempuhnya ratusan kilometer. Dan dari masjidil Aqsa dinaikkan ke langit ke tujuh dalam satu malam perjalanan.

Peringatan isra mi’raj yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab menjadi agenda tahunan yang besar bagi umat Islam karena memiliki sejarah yang luar biasa tersebut. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah melalui Al-Ustadz M. Irfanuddin wakil ketua I STAI Darunnajah mendapat undangan khusus dari Dr. Sheikh Salim Alwan yang merupakan ketua lembaga tinggi fatwa Darul Ifta’ Australia untuk bergabung dalam Pertemuan Peringatan Isra Mi’raj yang diselenggarakan oleh Darul Ifta’ Australia pada tahun ini.

Dalam pertemuan ini banyak para tokoh, ulama, da’i dan pemimpin lembaga pendidikan tinggi yang hadir dari berbagai negara, dari Malaysia, Indonesia, Thailand, China, Jepang, Afghanistan, Pakistan dan lain-lain. Ustadz Yusuf Mansur pun ikut hadir dalam pertemuan ini sebagai perwakilan dari da’i nusantara.

Dalam agenda pertemuan ini banyak para tokoh yang menyampaikan pidato sambutannya. Diantaranya Dr. Shaikh Salim Alwan sendiri sebagai ketua Darul Ifta’ Australia. Shaikh menyampaikan bahwa peristiwa isra mi’raj merupakan kejadian yang hanya bisa dipercaya oleh orang yang beriman kepada mukjizat nabi Muhammad SAW. Dan banyak sekali riwayat-riwayat tentang Isra’ mi’raj yang tidak mempunyai dasar.

أمّا الروايات الباطلة عن الإسراء والمعراج فكثيرة، مثل ما روي لما اقتر ب جبريل من السماء السابع احترق، وكذالك رواية لما اقترب النبيّ صلّى الله عليه وسلم من اللّه، فيقول اللّه تعالى: توقّف

“Adapun riwayat yang keliru tentang isra mi’roj itu banyak, diantara riwayat ketika malaikat Jibril sampai mendekat ke langit ketujuh, maka terbakar ia. Begitu juga riwayat ketika nabi mendekat kepada Allah SWT. Lalu Allah berkata: berhenti, stop!” ujar Syekh yang berwajah teduh ini.

Kemudian agenda berlanjut dengan pidato sambutan dari beberapa perwakilan di antaranya, perwakilan tokoh dari negara Malaysia dan Afghanistan.

Di akhir acara syekh menginformasikan bahwa pertemuan kali ini adalah sebagai silaturahmi pembuka untuk mengkaji peristiwa yang luar biasa ini yaitu isra dan mi’raj. Kedepan akan diagendakan kembali pertemuan lanjutan untuk mengupas hal ini secara lebih mendetail.[acad]